Cara memulai bisnis terpal pada dasarnya dimulai dari menentukan target pasar, menyiapkan modal, memilih produk dan supplier, hingga membangun strategi penjualan. Bisnis ini dapat dijalankan dalam berbagai skala, mulai dari reseller dan toko terpal hingga supplier yang melayani kebutuhan proyek, pertanian, dan industri.
Agar tidak salah menentukan stok dan mengalokasikan modal, calon pelaku usaha perlu memahami kebutuhan pasar yang ingin dituju sebelum mulai membeli produk.
Contents
- 1 Langkah-Langkah Memulai Bisnis Terpal
- 2 Memulai Bisnis Terpal Bersama Global Terpal
- 3 FAQ Cara Memulai Bisnis Terpal
Langkah-Langkah Memulai Bisnis Terpal
Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis terpal dari tahap persiapan hingga penjualan:
- Tentukan target pasar dan jenis pelanggan
- Pilih model bisnis yang sesuai
- Siapkan modal dan anggaran operasional
- Tentukan produk terpal yang akan dijual
- Cari supplier terpal yang sesuai
- Siapkan stok awal
- Tentukan harga jual dan margin
- Bangun saluran penjualan
- Kembangkan jaringan pelanggan dan lakukan evaluasi penjualan
Setiap langkah perlu disesuaikan dengan skala usaha, lokasi operasional, modal, serta kebutuhan pelanggan yang ditargetkan.
1. Tentukan Target Pasar Bisnis Terpal
Sebelum membeli stok, tentukan terlebih dahulu siapa calon pelanggan utama. Kebutuhan terpal berbeda-beda tergantung sektor dan penggunaannya.
Beberapa target pasar yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Rumah tangga, untuk kebutuhan penutup barang, perlindungan dari hujan, atau aktivitas sehari-hari.
- Pertanian dan perkebunan, untuk kebutuhan penutup hasil panen, gudang, hingga perlengkapan pendukung kegiatan pertanian.
- Peternakan, untuk penutup area atau perlengkapan kandang tertentu.
- Perikanan, termasuk kebutuhan tambak dan kegiatan budidaya.
- Konstruksi, untuk penutup material dan perlindungan area kerja.
- Industri, untuk kebutuhan penutup, perlindungan material, maupun aplikasi tertentu sesuai spesifikasi produk.
- Toko dan reseller, yang membutuhkan pasokan terpal untuk dijual kembali.
Menentukan target pasar sejak awal membantu bisnis menghindari pembelian stok yang terlalu beragam tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
2. Pilih Model Bisnis Terpal
Bisnis terpal dapat dijalankan dengan beberapa model. Pilihan model akan memengaruhi kebutuhan modal, jumlah stok, tempat penyimpanan, dan strategi penjualan.
| Model Bisnis | Karakteristik | Cocok untuk |
| Reseller | Menjual kembali produk dari supplier tanpa harus menyimpan stok dalam jumlah besar | Pemula dan penjual online |
| Toko Terpal | Menyediakan stok dan melayani pembelian langsung dari konsumen maupun pelaku usaha | Pemilik toko dan usaha lokal |
| Distributor/Supplier | Menyediakan produk dalam jumlah lebih besar untuk toko, reseller, atau pelanggan bisnis | Usaha dengan modal dan jaringan lebih besar |
| Supplier Proyek | Menyediakan produk berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi proyek | Pelaku usaha yang menargetkan pelanggan konstruksi dan industri |
Tidak semua model harus langsung dijalankan dalam skala besar. Pemula dapat memulai dari produk yang paling sesuai dengan target pasar, kemudian menambah variasi setelah mengetahui pola permintaan.
3. Persiapan Modal Bisnis Terpal
Modal bisnis terpal tidak hanya digunakan untuk membeli stok. Ada beberapa komponen biaya yang perlu diperhitungkan sejak awal.
Komponen Modal Awal
- Stok produk, sebagai komponen utama modal.
- Tempat penyimpanan, terutama jika bisnis menggunakan stok dalam jumlah besar.
- Peralatan operasional, seperti rak, alat ukur, perlengkapan packing, atau peralatan pendukung lainnya.
- Transportasi dan pengiriman, termasuk biaya distribusi produk ke pelanggan.
- Promosi dan pemasaran, baik untuk marketplace, media sosial, maupun pemasaran langsung.
- Dana operasional, untuk mengantisipasi biaya bisnis sebelum arus kas stabil.
Untuk bisnis yang baru dimulai, sebaiknya modal tidak langsung dialokasikan ke terlalu banyak jenis produk. Prioritaskan produk dengan peluang permintaan paling sesuai dengan target pasar.
4. Pilih Jenis Terpal yang Akan Dijual
Pemilihan produk merupakan salah satu keputusan penting karena setiap jenis terpal memiliki karakteristik dan target penggunaan yang berbeda.
Terpal Plastik PE
Terpal plastik dengan bahan PE dapat menjadi pilihan untuk bisnis yang ingin menyediakan produk dengan variasi gramasi dan spesifikasi yang beragam. Global Terpal memiliki beberapa pilihan produk terpal plastik PE yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
| Produk | Material | Spesifikasi |
| Terpal Magnum | PE | A12 Non UV |
| A3 Optimus | PE | 115 gsm |
| A5 Optimus | PE | 160 gsm |
| A8 Optimus Super UV | PE | 180 gsm |
| A8 Optimus Non UV | PE | 180 gsm |
| A12 Optimus Super UV | PE | 240 gsm |
| A12 Optimus Stripe | PE | 230 gsm |
| A15S Optimus Super UV | PE | 280 gsm |
| A20S Optimus Super UV | PE | 270 gsm, serat double |
| A30S Optimus Super UV | PE | 290 gsm |
Variasi tersebut memungkinkan pelaku usaha memilih produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, tingkat perlindungan, serta karakteristik penggunaan yang ditargetkan.
Terpal PVC
Terpal PVC dapat dipertimbangkan untuk pelanggan yang membutuhkan material dengan karakteristik lebih heavy duty untuk kebutuhan tertentu.
| Produk | Material | Spesifikasi |
| PVC Tarpaulin Kojima | PVC | 500 gsm |
| PVC Tarpaulin Orchid | PVC | 550 gsm |
Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk memperluas target pasar, terutama jika bisnis ingin melayani kebutuhan industri, komersial, atau aplikasi yang membutuhkan spesifikasi material tertentu.
Terpal Canvas
Terpal canvas dapat menjadi produk tambahan bagi bisnis yang ingin menyediakan pilihan material untuk kebutuhan khusus.
| Produk | Material | Spesifikasi |
| Terpal Canvas 2334 | Canvas | 1.100 gsm |
| Terpal Canvas 2558 | Canvas | 9.900 gsm* |
5. Menentukan Stok Awal Terpal
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari saat memulai bisnis terpal adalah membeli terlalu banyak variasi produk tanpa mengetahui permintaan pasar. Gunakan beberapa pertimbangan berikut:
- Sesuaikan dengan target pelanggan. Jika target utama adalah toko pertanian, prioritaskan produk yang relevan dengan kebutuhan pertanian.
- Mulai dari produk dengan potensi permintaan tinggi. Jangan langsung memenuhi gudang dengan seluruh varian.
- Pertimbangkan ukuran dan spesifikasi. Produk dengan variasi ukuran atau gramasi tertentu dapat memiliki target pasar berbeda.
- Sediakan beberapa pilihan harga. Variasi produk memungkinkan pelanggan memilih berdasarkan kebutuhan dan anggaran.
- Evaluasi perputaran stok. Produk yang lebih cepat terjual dapat diprioritaskan untuk pembelian berikutnya.
Strategi ini membantu modal berputar lebih efisien sekaligus mengurangi risiko stok menumpuk.
6. Tentukan Harga Jual dan Margin
Setelah menentukan produk dan supplier, hitung harga jual berdasarkan keseluruhan biaya pengadaan, bukan hanya harga beli produk.
Komponen yang dapat diperhitungkan antara lain:
Harga jual = harga produk + biaya pengadaan + biaya operasional + margin yang ditargetkan
Untuk penjualan B2B, pertimbangkan pula perbedaan harga berdasarkan jumlah pembelian. Pelanggan grosir atau pembeli dalam jumlah besar biasanya membutuhkan penawaran yang berbeda dibandingkan pembelian satuan.
Harga juga sebaiknya tetap mempertimbangkan harga pasar dan spesifikasi produk agar bisnis tidak hanya bersaing berdasarkan harga murah.
Memulai Bisnis Terpal Bersama Global Terpal

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan produk terpal untuk dijual kembali, Global Terpal menyediakan pilihan terpal plastik PE, terpal PVC, dan terpal canvas dengan berbagai spesifikasi.
Pilihan produk dapat disesuaikan dengan target pasar yang ingin dibangun, baik untuk penjualan retail maupun kebutuhan pelanggan bisnis.
Jika Anda ingin memulai atau mengembangkan bisnis terpal, hubungi Global Terpal untuk mendiskusikan kebutuhan produk, pengadaan, serta pilihan yang sesuai dengan model usaha Anda.
FAQ Cara Memulai Bisnis Terpal
Modal bisnis terpal bergantung pada model usaha, jumlah stok, jenis produk, tempat penyimpanan, serta target pasar. Reseller dapat memulai dengan kebutuhan stok yang lebih terbatas, sedangkan toko, distributor, atau supplier membutuhkan modal yang lebih besar.
Bisnis terpal dapat dimulai dalam skala kecil maupun besar. Pemula dapat memilih beberapa produk yang paling sesuai dengan target pasar terlebih dahulu sebelum menambah variasi berdasarkan permintaan.
Produk yang dapat dijual antara lain terpal plastik PE, terpal PVC, dan terpal canvas. Masing-masing memiliki karakteristik dan target penggunaan yang berbeda.
Pertimbangkan kelengkapan produk, spesifikasi, kualitas, ketersediaan stok, harga pengadaan, kemampuan memenuhi pesanan, dan sistem pengiriman. Untuk bisnis B2B, konsistensi pasokan juga perlu menjadi pertimbangan utama.
Bisa. Model reseller memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk terpal kepada pelanggan tanpa harus langsung menjalankan bisnis dalam skala distributor. Detail sistem pembelian dan ketentuan reseller sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada supplier.
Target pelanggan dapat mencakup rumah tangga, toko pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, industri, toko material, reseller, hingga supplier proyek.
Mulailah dari produk yang paling sesuai dengan target pelanggan dan memiliki potensi permintaan. Setelah mengetahui pola penjualan, stok dapat ditambah berdasarkan produk yang memiliki perputaran lebih baik.