Menentukan stok terpal bukan sekadar memastikan barang tersedia di gudang. Toko dan reseller perlu menyeimbangkan ketersediaan produk dengan modal usaha agar dapat memenuhi permintaan tanpa menyimpan terlalu banyak barang yang lambat terjual.
Tantangannya, terpal memiliki banyak variasi bahan, gramasi, ukuran, dan karakteristik. Permintaan untuk terpal berukuran umum bisa berbeda jauh dari permintaan material dengan spesifikasi khusus yang biasanya dibeli untuk kebutuhan proyek.
Karena itu, cara menentukan stok terpal yang tepat perlu didasarkan pada riwayat penjualan, waktu pengiriman pemasok, kebutuhan pelanggan, dan kemampuan modal usaha.
Panduan berikut membahas cara mengelompokkan produk, menghitung titik pemesanan ulang, menentukan bentuk stok, serta mengevaluasi persediaan agar pengadaan lebih terarah.
Cara Menentukan Stok Terpal untuk Bisnis
1. Kelompokkan Stok Berdasarkan Jenis Produk
Langkah pertama adalah mengelompokkan persediaan agar lebih mudah dipantau. Pengelompokan sebaiknya mempertimbangkan bahan, gramasi, bentuk penjualan, dan kebutuhan pelanggan.
Terpal Plastik PE
Terpal plastik PE merupakan salah satu kategori yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan penutup dan berbagai keperluan operasional. Variasi seri dan gramasi perlu dicatat secara terpisah agar toko dapat mengetahui produk mana yang paling cepat terjual.
Berikut contoh seri Optimus berdasarkan informasi produk yang tersedia.
| Seri produk | Gramasi | Informasi untuk pengelolaan stok |
| A3 Optimus | 115 gsm | Alternatif dengan gramasi relatif ringan |
| A5 Optimus | 160 gsm | Pilihan dengan gramasi lebih tinggi daripada A3 |
| A8 Optimus | 180 gsm | Variasi yang dapat dipantau permintaannya secara terpisah |
| A12 Optimus | 240 gsm | Alternatif dengan gramasi lebih tinggi |
| A15S Optimus | 280 gsm | Produk dengan gramasi tinggi |
| A30S Optimus Super UV | 290 gsm | Produk dengan gramasi tinggi dan fitur Super UV sesuai spesifikasi produk |
Catatan: Nama seri dan gramasi perlu diverifikasi kembali dengan katalog resmi sebelum digunakan sebagai acuan pengadaan.
Jangan langsung menetapkan jumlah stok hanya berdasarkan gramasi. Pantau penjualan setiap seri karena produk dengan spesifikasi lebih tinggi belum tentu memiliki perputaran yang sama dengan produk lainnya.
Terpal PVC Tarpaulin
Terpal PVC tarpaulin dapat menjadi kategori persediaan tersendiri, terutama jika toko melayani pelanggan yang memerlukan material untuk kebutuhan operasional atau industri.
| Produk | Gramasi | Pertimbangan stok |
| Kojima | 500 gsm | Pantau permintaan berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan |
| Orchid | 550 gsm | Evaluasi perputaran secara terpisah dari produk PVC lainnya |
Produk dengan gramasi lebih tinggi tidak otomatis memiliki permintaan lebih rendah atau lebih tinggi. Jumlah stok sebaiknya mengikuti riwayat transaksi dan kebutuhan pelanggan yang benar-benar dilayani.
Terpal Canvas
Terpal canvas memiliki karakteristik bahan yang berbeda dari terpal PE maupun PVC. Karena itu, pencatatan persediaannya perlu dipisahkan agar data penjualan dan kebutuhan modal tidak tercampur dengan kategori lain.
| Produk | Gramasi | Pertimbangan stok |
| Terpal Canvas 2334 | 1.100 gsm | Pantau permintaan dan kebutuhan pelanggan sebelum menambah persediaan |
Jika produk canvas hanya dibutuhkan oleh kelompok pelanggan tertentu, pertimbangkan jumlah stok awal yang konservatif sambil mengumpulkan data penjualan.
2. Tentukan Produk Prioritas Berdasarkan Data Penjualan
Setelah produk dikelompokkan, tentukan mana yang perlu mendapat prioritas dalam pengadaan. Hindari menentukan stok hanya berdasarkan perkiraan atau anggapan bahwa produk tertentu pasti laku.
Mulailah dengan mencatat jumlah penjualan setiap jenis produk selama periode tertentu, misalnya satu hingga tiga bulan terakhir. Jika bisnis memiliki pola permintaan musiman, gunakan juga catatan dari periode yang sebanding pada tahun sebelumnya apabila tersedia.
Kelompokkan hasilnya menjadi tiga kategori operasional berikut.
| Kategori | Karakteristik | Strategi stok |
| Produk prioritas | Sering terjual dan permintaannya relatif konsisten | Pantau stok lebih rutin dan tentukan titik pemesanan ulang |
| Produk pendukung | Terjual secara berkala, tetapi tidak sesering produk prioritas | Sesuaikan jumlah stok dengan pola permintaan |
| Produk khusus | Dibutuhkan untuk spesifikasi atau proyek tertentu | Pertimbangkan stok terbatas atau pemesanan berdasarkan kebutuhan |
Kategori tersebut bukan klasifikasi permanen. Produk khusus dapat menjadi produk prioritas ketika permintaannya meningkat secara konsisten.
Selain jumlah unit terjual, perhatikan pula keuntungan per produk, frekuensi pemesanan, dan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan stok kembali. Informasi ini membantu menentukan prioritas secara lebih realistis.
3. Hitung Rata-Rata Penjualan dan Stok Minimum
Rata-rata penjualan membantu memperkirakan seberapa cepat persediaan akan berkurang. Angka ini menjadi dasar untuk menentukan kapan toko perlu melakukan pemesanan ulang.
Rumus sederhana untuk menghitung rata-rata penjualan harian adalah:
Rata-rata penjualan harian = total unit terjual ÷ jumlah hari dalam periode pengamatan
Sebagai contoh, jika toko menjual 60 gulungan dalam 30 hari, rata-rata penjualannya adalah 2 gulungan per hari.
Angka tersebut hanya ilustrasi. Untuk pengelolaan aktual, gunakan data penjualan toko sendiri dan perhatikan hari ketika toko tidak beroperasi atau mengalami lonjakan permintaan.
4. Tentukan Jumlah Pembelian Setiap Kali Memesan
Mengetahui kapan harus memesan belum cukup. Toko juga perlu menentukan berapa banyak barang yang perlu dibeli dalam satu pesanan.
Pembelian terlalu sedikit dapat membuat toko terlalu sering memesan dan menanggung biaya pengadaan berulang. Sebaliknya, pembelian terlalu banyak dapat menambah beban modal serta risiko penumpukan.
Untuk memperkirakan kebutuhan pembelian, gunakan pendekatan berikut:
Jumlah pembelian = target stok setelah pengadaan − stok tersedia − stok yang sedang dipesan
Target stok setelah pengadaan ditentukan berdasarkan perkiraan permintaan selama periode tertentu, waktu pengadaan, dan kapasitas modal.
Sebagai contoh, jika target persediaan setelah pengadaan adalah 40 gulungan, stok yang tersedia 14 gulungan, dan tidak ada pesanan lain yang sedang dikirim, maka kebutuhan pembelian berdasarkan target tersebut adalah 26 gulungan.
Angka target 40 gulungan dalam contoh ini hanya ilustrasi. Tentukan target aktual berdasarkan perputaran produk, kebutuhan pelanggan, kapasitas penyimpanan, dan ketentuan minimum pembelian pemasok.
5. Sesuaikan Stok dengan Permintaan Musiman dan Proyek
Permintaan terpal dapat berubah mengikuti aktivitas pelanggan. Kebutuhan pertanian, cuaca, kegiatan usaha, dan proyek tertentu dapat menyebabkan kenaikan penjualan pada waktu tertentu.
Untuk mengantisipasinya, lakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa pola historis: bandingkan penjualan pada periode yang sama jika datanya tersedia.
- Konfirmasi kebutuhan pelanggan: tanyakan perkiraan jumlah dan waktu kebutuhan kepada pelanggan usaha atau proyek.
- Sesuaikan waktu pengadaan: lakukan pemesanan lebih awal jika permintaan diperkirakan meningkat dan lead time pemasok cukup panjang.
- Hindari menambah semua jenis stok sekaligus: fokus pada produk yang benar-benar berpotensi mengalami kenaikan permintaan.
- Koordinasikan pengadaan dengan pemasok: pastikan ketersediaan dan estimasi pengiriman sebelum menjanjikan pemenuhan pesanan.
Jika ada proyek besar, pertimbangkan apakah kebutuhan tersebut perlu dipenuhi dari stok yang tersedia atau melalui pesanan khusus. Dengan begitu, toko tidak harus menahan modal terlalu besar hanya untuk mengantisipasi permintaan yang belum pasti.
6. Gunakan Catatan Stok yang Sederhana tetapi Konsisten
Toko tidak harus langsung menggunakan sistem inventaris yang kompleks. Spreadsheet sederhana pun dapat membantu jika diperbarui secara rutin.
Setidaknya, catat informasi berikut untuk setiap produk:
| Data yang dicatat | Tujuan |
| Nama dan seri produk | Membedakan varian secara akurat |
| Gramasi dan spesifikasi | Menghindari kesalahan ketika melakukan pengadaan |
| Stok awal | Mengetahui jumlah persediaan pada awal periode |
| Barang masuk | Mencatat tambahan stok dari pemasok |
| Barang terjual atau keluar | Memantau pergerakan persediaan |
| Stok aktual | Mengetahui jumlah barang yang tersedia |
| Titik pemesanan ulang | Menentukan kapan perlu memesan kembali |
| Lead time pemasok | Memperkirakan waktu pemenuhan kebutuhan |
| Umur stok | Mengidentifikasi barang yang lama tidak bergerak |
Lakukan pencocokan antara catatan dan kondisi fisik secara berkala. Jika ada selisih, cari penyebabnya sebelum menentukan jumlah pembelian selanjutnya.
Dengan pencatatan yang konsisten, keputusan stok dapat didasarkan pada data, bukan hanya perkiraan.
Memilih Pemasok Terpal untuk Mendukung Pengelolaan Stok
Pengelolaan persediaan akan lebih terarah apabila toko didukung pemasok dengan informasi produk yang jelas dan proses pengadaan yang sesuai kebutuhan bisnis.
Sebelum menentukan pemasok, perhatikan variasi produk yang tersedia, konsistensi spesifikasi, ketentuan pembelian grosir atau eceran, pilihan bentuk roll maupun lembaran jika tersedia, serta estimasi waktu pengiriman.
Global Terpal merupakan produsen dan distributor terpal yang melayani pembelian grosir dan eceran, dengan pengiriman ke berbagai wilayah Indonesia. Katalog produknya mencakup terpal plastik PE, PVC tarpaulin, canvas, serta produk pendukung seperti paranet.
Pilihan tersebut dapat menjadi referensi bagi toko dan reseller ketika mengevaluasi kategori produk yang ingin disediakan. Namun, jumlah pembelian tetap perlu disesuaikan dengan data penjualan, kapasitas modal, dan kebutuhan pelanggan masing-masing.
Hubungi tim Global Terpal ntuk melihat katalog produk dan menghubungi tim penjualan mengenai spesifikasi, ketersediaan stok, serta ketentuan pengadaan.
FAQ Seputar Cara Menentukan Stok Terpal
Berapa jumlah stok terpal yang ideal untuk toko?
Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua toko. Stok ideal bergantung pada rata-rata penjualan, waktu pengiriman pemasok, stok pengaman, variasi produk, dan modal yang tersedia. Hitung kebutuhan setiap produk secara terpisah agar jumlah persediaan lebih sesuai dengan permintaan.
Bagaimana cara menghitung stok minimum terpal?
Salah satu pendekatannya adalah menghitung kebutuhan selama waktu pengiriman dan menambahkan stok pengaman. Titik pemesanan ulang dapat dihitung menggunakan rumus: rata-rata penjualan harian dikalikan lead time pemasok, kemudian ditambah stok pengaman.
Kapan toko harus memesan terpal kembali?
Toko sebaiknya mulai melakukan pemesanan ketika persediaan mencapai titik pemesanan ulang yang sudah ditentukan. Waktu ini perlu mempertimbangkan kecepatan penjualan dan estimasi pengiriman agar barang baru tiba sebelum stok habis.
Apakah semua jenis terpal perlu disimpan dalam jumlah yang sama?
Tidak. Jumlah stok sebaiknya mengikuti pola permintaan masing-masing produk. Produk yang sering terjual dapat memperoleh prioritas lebih tinggi, sedangkan produk khusus dapat disimpan terbatas atau dipesan berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Lebih baik menyimpan terpal roll atau terpal lembaran?
Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam pengelolaan persediaan. Terpal lembaran cocok untuk ukuran yang sering diminta, sedangkan roll dapat membantu memenuhi kebutuhan dengan variasi ukuran. Pilihan terbaik bergantung pada pola pesanan dan efisiensi penggunaan material.
Pantau penjualan setiap jenis produk, evaluasi stok yang lama tidak bergerak, dan sesuaikan jumlah pengadaan berikutnya. Untuk produk khusus, pertimbangkan pembelian berdasarkan pesanan daripada menambah persediaan tanpa kepastian permintaan.
Bagaimana menentukan stok terpal untuk menghadapi permintaan musiman?
Gunakan data penjualan pada periode sebelumnya, konfirmasi kebutuhan pelanggan, dan periksa lead time pemasok. Tambahkan persediaan secara terukur pada produk yang diperkirakan mengalami kenaikan permintaan, bukan pada seluruh kategori sekaligus.
Apa yang perlu diperhatikan ketika memilih pemasok terpal?
Periksa variasi produk, kejelasan spesifikasi, ketersediaan stok, ketentuan pembelian, dan waktu pengiriman. Pertimbangkan juga kemudahan melakukan pemesanan ulang agar persediaan dapat dijaga tanpa harus menyimpan barang terlalu banyak.